Posts

Showing posts with the label Pranatacara jawa

PUNAKAWAN ; SEMAR, GARENG, PETRUK dan BAGONG

Image
PUNAKAWAN : SEMAR, GARENG, PETRUK, BAGONG “ Puna ” atau “ pana ” dalam terminologi Jawa artinya memahami, terang, jelas, cermat, mengerti, cerdik dalam mencermati atau mengamati makna hakekat di balik kejadian-peristiwa alam dan kejadian dalam kehidupan manusia. Sedangkan  kawan  berarti pula pamong  atau teman. Jadi  punakawan  mempunyai makna yang menggambarkan seseorang yang menjadi teman, yang mempunyai kemampuan mencermati, menganalisa, dan mencerna segala fenomena dan kejadian alam serta peristiwa dalam kehidupan manusia. 

Bagong

Image
Ki Lurah Bagong adalah nama salah satu tokoh punakawan dalam kisah pewayangan yang berkembang di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Tokoh ini dikisahkan sebagai anak bungsu Semar. Dalam pewayangan Sunda juga terdapat tokoh panakawan yang identik dengan Bagong, yaitu Cepot atau Astrajingga . Namun bedanya, menurut versi ini, Cepot adalah anak tertua Semar. Dalam wayang banyumasan Bagong lebih dikenal dengan sebutan Bawor

PETRUK

Image
Petruk  adalah tokoh  punakawan  dalam  pewayangan  Jawa, di pihak keturunan/trah  Witaradya . Petruk tidak disebutkan dalam kitab  Mahabarata . Jadi jelas bahwa kehadirannya dalam dunia pewayangan merupakan gubahan asli  Jawa . Di ranah  Pasundan , Petruk lebih dikenal dengan nama  Dawala  atau  Udel . Menurut pedalangan, Petruk adalah anak pendeta raksasa di pertapaan dan bertempat di dalam laut bernama Begawan Salantara. Sebelumnya ia bernama  Bambang Pecruk Panyukilan . Ia gemar bersenda gurau, baik dengan ucapan maupun tingkah laku dan senang berkelahi. Ia seorang yang pilih tanding/sakti di tempat kediamannya dan daerah sekitarnya. Oleh karena itu ia ingin berkelana guna menguji kekuatan dan kesaktiannya.

GARENG

Image
Gareng adalah  punakawan  yang  berkaki  pincang. Hal ini merupakan sebuah  sanepa  dari sifat Gareng sebagai kawula yang selalu hati-hati dalam bertindak. Selain itu, cacat fisik Gareng yang lain adalah tangan yang  ciker  atau patah. Ini adalah sanepa bahwa Gareng memiliki sifat tidak suka mengambil hak milik orang lain. Diceritakan bahwa tumit kanannya terkena semacam  penyakit bubul . Dulunya, Gareng berwujud  satria  tampan bernama  Bambang Sukodadi  dari pedepokan Bluktiba. Gareng sangat sakti namun sombong, sehingga selalu menantang duel setiap satria yang ditemuinya. Suatu hari, saat baru saja menyelesaikan  tapanya , ia berjumpa dengan satria lain bernama  Bambang Panyukilan .

SEMAR

Semar adalah seorang tokoh pewayangan yang diberi tugas menjaga alam dan menguasai alam kosong ( sunyaruri ). Menurut sejarawan Prof. Dr. Slamet Muljana, tokoh Semar untuk pertama kali ditemukan dalam sebuah karya sastra pada zaman Kerajaan Majapahit yang berjudul Sudamala. Selain dalam sebuah bentuk kakawin, sastra Sudamala juga dipahat sebagai sebuah relief dalam Candi Sukuh yang berangka tahun 1439 Masehi

PASRAH MANTEN KAKUNG

Image
Sebelumnya saya mohon maaf bila ada kesalahan tulisan karena saya baru tahap belajar. Inilah salah satu Pasrah Temanten Kakung : Nugroho soho sih wilasaning gusti, mugi tansah kajiwo, kasariro dumateng kito sedoyo, waradin sagung dumadi. Nuwun sagunging poro tamu kakung sumawono putri, wredo mudo ingkang hanggung marsudi luhuring kautaman. Langkung-langkung poro sarjono sujaning budi, miwah poro alim ulama, kyai ingkang siyang ratri, tansah sumanding kitab suci, sarono kiblating panembah soho panuntuning budi luhur. Saderengipun kulo matur, langkung rumiyin kulo nuwun gunging pangaksami jalaran kulo kumowantun munggel pangandikan, nyahak kamardikan dumateng panjenengan sami. Jalaran awrating jejibahan kulo minongko talanging atur saking pepunden kulo bopo ………………. sekalian garwo. Wigatosipun kinen nyowanaken putro calon pinangantin kakung ingkang sesilih bagus …………………. Saderengipun kulo hanjangkepi atur, salam taklim saking panjenenganipun bopo soho ibu ……………… mugi katur d...

KUMPULAN PERIBAHASA

Kumpulan Peribahasa Bahasa Indonesia Beserta Artinya 1. Air Susu di balas air tuba Kebaikan dibalas dengan kejahatan 2. Air dicincang tiada putus Dalam sebah keluarga tidak akan tercerai berai karena hanya perselisihan saja 3.Bermain air basah, bermain api letup Mengerjakan sesuatu pekerjaan akan mendapat imbalan sesuai dengan perbuatannya 4. Menepuk air di dulang terpercik muka sendiri Orang yang membeberkan rahasia keluarganya, akan mendapat malu sendiri 5. Pandai berminyak air Orang yang pandai memanfaatkan barang yang tak berguna, tetapi hasilnya sesuatu yang berharga 6. Sambil menyelam minum air Orang yang mengerjakan pekerjaan sambil mengerjakan pekerjaan lainnya 7. Sebelum ajal berpantang mati Kiya tidak boleh mudah menyerah atau putus asa

Pranatacara dalam Bahasa Jawa

Image
1. Pengertian Pranatacara atau sering disebut pambyawara, pranata adicara, pranata titilaksana atau pranata laksitaning adicara adalah salah satu jenis pekerjaan yang berhubungan dengan suatu pertemuan atau acara dalam masyarakat Jawa. Pranatacara dalam bahasa Indonesia disebut pewara. Pranatacara merupakan pembawa acara dalam upacara adat Jawa seperti pernikahan (temanten), kematian (kesripahan), pertemuan (pepanggihan), perjamuan (pasamuan), pengajian (pengaosan), pentas, dan sebagainya. Profesi pranatacara sudah mendapat pengakuan dan memperoleh penghargaan yang baik dari masyarakat dan berkembang menjadi suatu profesi yang menguntungkan. Peran pranatacara dalam acara-acara resmi maupun hiburan, tetap menjadi tolak ukur dari sukses tidaknya suatu acara, sehingga dapat dibayangkan bagaimana bila suatu acara tidak ada pranatacaranya, maka acara tersebut akan terasa tidak urut dan tidak enak dilihat. Untuk menjadi seorang pranatacara tidak hanya mempunyai bekal ke...