a. Lokasi Kerajaan Kerajaan Mataram terletak di Jawa Tengah dengan daerah pusatnya disebut Bhumi Mataram. Daerah tersebut dikelilingi oleh pegunungan dan gunung-gunung, seperti Pegunungan Serayu, Gunung Prau, Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Gunung Ungaran, Gunung Merbabu, Gunung Merapi, Pegunungan Kendang, Gunung Lawu, Gunung Sewu, Gunung Kidul. Daerah itu juga dialiri banyak sungai, di antaranya Sungai Bogowonto, Sungai Progo, Sungai Elo, dan yang terbesar adalah Sungai Bengawan Solo. Wilayah tersebut merupakan daerah tertutup, namun subur. Kesuburan tanah itu memudahkan pertambahan peduduk, sehingga peranan dan kekuatan masyarakat di daerah itu cukup besar dan merupakan kekuatan utama bagi negara. Sebelah selatan Bhumi Mataram adalah Lautan Indonesia, tetapi laut itu sulit untuk dilayari. Sedangkan pelayaran dan perdagangan lebih banyak dilakukan melalui pantai utara Pulau Jawa, yang agak jauh dari Bhumi Mataram. Oleh karena itu, mata pencaharian utama dari rakya...
1. Pengertian Pranatacara atau sering disebut pambyawara, pranata adicara, pranata titilaksana atau pranata laksitaning adicara adalah salah satu jenis pekerjaan yang berhubungan dengan suatu pertemuan atau acara dalam masyarakat Jawa. Pranatacara dalam bahasa Indonesia disebut pewara. Pranatacara merupakan pembawa acara dalam upacara adat Jawa seperti pernikahan (temanten), kematian (kesripahan), pertemuan (pepanggihan), perjamuan (pasamuan), pengajian (pengaosan), pentas, dan sebagainya. Profesi pranatacara sudah mendapat pengakuan dan memperoleh penghargaan yang baik dari masyarakat dan berkembang menjadi suatu profesi yang menguntungkan. Peran pranatacara dalam acara-acara resmi maupun hiburan, tetap menjadi tolak ukur dari sukses tidaknya suatu acara, sehingga dapat dibayangkan bagaimana bila suatu acara tidak ada pranatacaranya, maka acara tersebut akan terasa tidak urut dan tidak enak dilihat. Untuk menjadi seorang pranatacara tidak hanya mempunyai bekal ke...
Berikut ini saya berikan uraian yang cukup lengkap mengenai bait-bait prediksi yang pernah di tulis oleh Prabu Jayabaya, raja Kerajaan Kadiri/Kediri (1135-1159 Masehi). Apa yang terdapat di dalamnya adalah rujukan bagi orang Jawa dulu tentang apa yang sudah, sedang dan akan terjadi nanti. Sehingga bisa juga kita jadikan rujukan dalam kehidupan kita sekarang dan nanti. Adapun tujuan artikel ini tidak bermaksud untuk membuat Anda sekalian memasuki dunia khayal dan mitos belaka, tetapi agar kita semua kembali merenungkan apa yang telah terjadi saat ini, khususnya mengenai kerusakan zaman dan moral manusia. Karena lihatlah, bangsa ini pun sangat sulit untuk maju, masih saja dijajah secara politik, ekonomi, budaya, dll (karena menjadi negara boneka Amerika) dan menjadi budaknya dari bangsa lain. Yang salah satu penyebabnya tentu karena melupakan sejarah bangsa dan wasiat bijak dari para leluhur yang waskita. Untuk mempersingkat waktu...